12/09/2012

TEKNOLOGI INFORMASI

 A.    Pentingnya teknologi informasi bagi kehidupan
Manusia merupakan makhluk yang bersifat individual dan sosial. Manusia sebagai mahluk sosial butuh berkomunikasi dengan sesamanya agar dapat terjalin interaksi yang baik. Atas dasar kebutuhan tersebut, manusia berupaya mencari dan menciptakan sistem dan alat yang dapat membantu untuk berinteraksi, mulai dari gambar (bentuk lukisan), isyarat (tangan, asap, dan bunyi), huruf, kata, kalimat, tulisan, surat, sampai dengan telepon dan internet. Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa.
Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain tetapi itu tidak bertahan secara lama karena Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya. Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLII diganti dengan 1942. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu. Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.

B.     Sejarah teknologi informasi
Sejarah panjang mencatat beberapa perkembangan teknologi informasi yang didokumentasikan seperti yang diuraikan di bawah ini:
a.       Masa Pra-Sejarah (…s/d 3000 SM)
Pada masa pra-sejarah teknologi informasi digunakan sebagai sistem untuk pengenalan bentuk-bentuk yang ingin dikenali. Informasi yang didapatkan kemudian digambarkannya pada dinding-dinding gua atau tebing-tebing bebatuan. Pada masa pra-sejarah sudah  dimiliki kemampuan mengidentifikasi benda-benda yang ada disekitar lingkungan dan mepresentasikannya dalam berbagai bentuk yang kemudian dilukis pada dinding gua tempat tinggal mereka.
Mengkomunikasikan informasi dengan gambar/lukisan  menjadi pilihan yang baik karena kemampuan berbahasa pada waktu itu hanya berkisar pada suara dengusan dan isyarat tangan. Perkembangan selanjutnya mereka mulai menggunakan alat-alat yang menghasilkan bunyi dan isyarat, seperti gendang, terompet yang terbuat dari tanduk binatang, isyarat asap sebagai alat pemberi peringatan terhadap  keadaan tertentu seperti keadaan bahaya.
b.      Masa Sejarah (3000 SM s/d 1400-an M)
Pada masa sejarah, teknologi informasi berkembang pada masyarakat kalangan atas seperti para kepala suku atau kelompok, digunakan pada kegiatan  tertentu seperti upacara dan ritual. Teknologi informasi belum digunakan secara masal seperti yang kita kenal sekarang ini.
1)      Masa Tahun 3000SM
Pada masa ini orang mulai mengenal simbol atau tulisan dan ditemukan pertama kali simbol untuk informasi, digunakan oleh Bangsa Sumeria. Tulisan yang digunakan waktu itu berupa simbol-simbol yang dibentuk dari pictograf sebagai huruf. Simbol atau huruf-huruf yang digunakan sudah mempunyai bunyi yang berbeda dalam penyebutannya untuk setiap bentuk, sehingga sudah mampu membentuk kata, kalimat dan bahasa.
a.       Masa Tahun 2900 SM
 Pada masa ini ditemukan bahwa Bangsa Mesir Kuno sudah mengenal dan menggunakan huruf yang disebut Hierogliph. Huruf hierogliph sudah merupakan bahasa simbol untuk sebuah ungkapan. Untuk setiap ungkapan dinyatakan dengan simbol yang berbeda, dan apabila digabungkan menjadi satu maka akan mempunyai cara pengucapan dan arti tersendiri. Bentuk tulisan dan bahasa hierogliph ini lebih maju dan lengkap dibandingkan dengan tulisan bangsa Sumeria
2)      Masa Tahun 500 SM
Masa ini ditandai dengan pengenalan pada media informasi yang sebelumnya menggunakan lempengan tanah liat. Pada masa ini manusia sudah mengenal media untuk menyimpan informasi yang lebih baik yaitu dengan menggunakan serat pohon. Serat papyrus yang berasal dari pohon Papyrus yang tumbuh di sekitar sungai nil dijadikan media menulis/media informasi pada masa itu. Serat papyrus lebih kuat dan fleksibel dibandingkan dengan lempengan tanah sebagai media informasi. Selanjutnya serat papyrus merupakan cikal bakal media yang kita kenal sekarang ini yaitu media kertas.
3)      Masa Tahun 1455
Masa ini ditandai dengan upaya menciptakan mesin cetak. Pasa masa ini manusia sudah menggunakan mesin cetak yang berupa plat huruf yang tebuat dari besi. Kemudian plat tersebut diganti dengan bingkai yang tebuat dari kayu yang dikembangkan untuk pertama kali oleh Johann Gutenberg (Johannes Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg (sekitar 1398 - 3 Februari 1468) menghasilkan ide yang terpenting tercetus ketika dia bekerja sebagai tukang emas di Mainz. Dia mendapat ide untuk menghasilkan surat pengampunan dengan membentuk kop huruf untuk mencetak surat pengampunan dengan banyak agar dia mendapat banyak uang untuk membayar hutang-hutangnya ketika dia bekerja sebagai tukang logam dahulu. Waktu itu, buku dan surat ditulis dengan tulisan aksara latin dengan tangan dan mengandung banyak kesalahan ketika penyalinan, juga kekurangannya selain itu ialah lambat. Oleh karena itu, Gutenberg pertama kalinya membuat acuan huruf logam dengan menggunakan timah hitam untuk membentuk tulisan aksara latin . Pada mulanya, Gutenberg terpaksa membuat hampir 300 bentuk huruf untuk meniru bentuk tulisan tangan yang berbentuk tegak-bersambung. Setelah itu, Gutenberg membuatkan untuk mereka mesin cetak yang bergerak untuk mencetak. Mesin cetak bergerak inilah sumbangan terbesar Gutenberg.).
4)      Masa Tahun 1800-an
Pada tahun 1830 orang sudah mengenal program komputer. Augusta Lady Byron pertama menulis program komputer yang berkerjasama dengan Charles Babbage. Mereka menggunakan mesin analytical. Mesin analytical dengan programnya didesain untuk mampu menerima data, mengolah data dan menghasilkan bentuk keluaran dalam sebuah kartu. Selanjutnya, mesin ini dikenal sebagai bentuk komputer digital yang pertama walaupun cara kerjanya lebih bersifat mekanis dari yang bersifat digital. Mesin ini merupakan cikal bakal komputer digital pertama ENIAC I  pada  94 tahun kemudian.
Pada tahun 1837 ditandai dengan teknologi pengiriman informasi. Samuel Morse mengembangkan telegraph dan bahasa kode morse bersama Sir William Cook dan Sir Charles Wheatstone. Mereka  mengirim informasi secara elektronik antara 2 (dua) tempat yang berjauhan melalui kabel yang menghubungkan kedua tempat tersebut. Pengiriman dan penerimaan informasi ini mampu mencapai selisih waktu yang baik dan hampir terjadi pada waktu yang bersamaan. Penemuan ini memungkinkan informasi dapat diterima dan dipergunakan secara luas oleh masyarakat tanpa dirintangi atau dibatasi oleh jarak dan waktu.
Pada tahun 1861 orang sudah memikirkan bagaimana menampilkan informasi dalam bentuk gambar bergerak dalam media layar. Masa itu pula gambar bergerak yang peroyeksikan ke dalam sebuah layar untuk yang pertama kali di gunakan. Penemuan ini merupakan cikal bakal teknologi film sekarang.
Pada tahun 1876 Melvyl Dewey mengembangkan sitem penulisan Desimal. Pada tahun 1877  Alexander Graham Bell mengembangkan telepon yang dipergunakan secara umum. Pada tahun  itu juga fotografi dengan kecepatan tinggi ditemukan oleh Edweard Maybridge. Pada tahun 1899 telah dipergunakan sistem penyimpanan dalam tape (pita) magnetis untuk yang pertama.
c.       Masa Tahun 1900-an
Tahun 1923 Zvorkyn menciptakan tabung TV (Televisi) yang pertama. Tahun 1940  dimulainya pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang informasi pada masa perang dunia II yang dipergunakan untuk kepentingan pengiriman dan penerimaan dokumen-dokumen militer yang disimpan dalam bentuk magnetic tape. Tahun 1945 Vannevar Bush mengembangkan sistem pengkodean menggunakan hypertext.  Tahun 1946  komputer digital pertama didunia yaitu ENIAC I dikembangkan. Tahun 1948  para peneliti di Bell Telephone mengembangkan Transistor.  Tahun 1957 Jean Hoerni mengembangkan transistor planar. Teknologi ini memungkinkan pengembangan jutaan bahkan milyaran transistor dimasukan ke dalam  sebuah keping kecil kristal silikon.
USSR (Rusia pada saat itu) meluncurkan sputnik sebagai satelit bumi buatan yang pertama yang bertugas sebagai mata-mata. Sebagai balasannya Amerika membentuk ARPA  (Advance Research Projects Agency) di bawah  kewenangan Departemen Pertahanan Amerika untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dalam bidang militer. Tahun 1962  Rand Paul Barand, dari perusahaan RAND, ditugaskan untuk mengembangkan suatu sistem jaringan desentralisasi yang mampu mengendalikan sistem pemboman dan peluncuran peluru kendali dalam perang nuklir.
Tahun 1969  sistem jaringan yang pertama dibentuk dengan menghubungkan 4 nodes (titik), antara University of California, SRI (Stanford), University California of Santa Barbara, dan University of Utah dengan kekuatan 50Kbps. Tahun 1972  Ray Tomlinson menciptakan program e-mail yang pertama.  Tahun 1973 – 1990 istilah internet diperkenalkan dalam sebuah paper mengenai TCP/IP (Transmission Control Protocol) kemudian dilakukan pengembangan sebuah protokol jaringan yang kemudian dikenal dengan nama TCP/IP yang dikembangkan oleh grup dari DARPA.
Tahun 1981, National Science Foundation mengembangkan backbone yang disebut CSNET dengan kapasitas 56 Kbps untuk setiap institusi dalam pemerintahan. kemudian pada tahun 1986 IETF  mengembangkan sebuah server yang berfungsi sebagai alat koordinasi diantara; DARPA, ARPANET, DDN dan Internet Gateway. Tahun 1991 sistem bisnis dalam bidang IT pertama kali terjadi ketika CERN dalam menanggulangi biaya operasionalnya dan memungut bayaran dari para anggotanya.
Tahun 1992 pembentukan komunitas Internet, dan diperkenalkannya istilah WWW (World Wide Web) oleh CERN.  Tahun 1993 NSF membentuk InterNIC untuk menyediakan jasa pelayanan internet menyangkut direktori dan penyimpanan data serta database (AT&T), jasa registrasi (Network Solution Inc,), dan jasa nformasi (General Atomics/CERFnet). Tahun  1994 pertumbuhan internet melaju dengan sangat cepat dan mulai merambah ke dalam   segala segi kehidupan manusia dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari manusia.  Tahun 1995, Perusahaan umum mulai diperkenankan menjadi provider dengan membeli jaringan di backbone, langkah ini memulai pengembangan teknologi informasi khususnya internet dan penelitian-penelitian untuk mengembangkan sistem dan alat yang lebih canggih.

C.     Perbedaan teknologi informasi konvensional dengan modern
Kemajuan dalam berkomunikasi semakin lama semakin mudah dan cepat. Hal ini terkait dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat, informasi yang ingin disampaikan dari maupun kepada masyarakat pun akan semakin akurat dan cepat. Media-media yang berperan dalam pertukaran informasi tersebut antara lain adalah televisi, telepon genggam, email, instant message, video call, dll.
Kehidupan tiap individu dan teknologi informasi dalam masyarakat pun akan menjadi sangat erat hubungannya, karena dengan adanya media informasi tersebut kita akan semakin cepat mengetahui kabar terbaru dari lingkungan sekitar kita maupun semakin menambah wawasan kita mengenai berbagai pengetahuan umum yang ingin kita ketahui melalui perangkat informasi tersebut.
Mengacu pada uraian sejarah teknologi informasi di atas dapat terlihat bahwa ada perbedaan antara teknologi informasi yang digunakan pada masa dahulu dengan masa sekarang, hal yang berbeda tersebut yang menjadikan adanya hal yang menjadikan teknologi informasi menjadi hal penting dan beemanfaat bagi manusia. Walaupun dapat kita katakan bahwa dengan mengirim surat merupakan aplikasi dari teknologi informasi yang ditemukan oleh manusia, tapi disini terdapat perbedaan kedudukan antara teknologi informasi sendiri. Dengan kata lain terjadi perubahan teknologi informasi konvensional ke teknologi informasi modern. Ada beberapa perbedaan antara teknologi informasi konvensional dan teknologi informasi modern, antara lain :
1.      Teknologi informasi modern membutuhkan waktu yang relative singkat, mudah, lebih terbuka dan fleksibel karena bersumber dari sesuatu yang berbasis elektronik seperti internet yang mudah diakses oleh siapa pun dan dimana pun. Sedangkan Teknologi informasi konvensional membutuhkan waktu yang relatif lama karena bersumber pada sesuatu yang bersifat nyata, contohnya bersumber dari buku.
2.      Teknologi Informasi modern relatif lebih murah dibandingkan teknologi informasi konvensional. Karena dengan teknologi informasi modern kita dapat mengakses apa saja, kapan saja, oleh siapa saja, dan dimana saja tanpa batasan jarak/lokasi. Sedangkan teknologi tnformasi konvensional dalam mendapatkannya masih mengalami keterbatasan.
3.      Teknologi Informasi modern merupakan perpaduan antara metode tatap muka dengan metode online (via internet dan berbagai pengembangan teknologi informasi lainnya. sedangkan teknologi informasi konvensional cenderung menggunakan metode tatap muka.
4.      Teknologi informasi modern  memiliki sifat berkembang sesuai zaman dan perkembangan teknologi. Dengan demikian informasinya sangat bervariasi dan tidak hanya terpaku pada sumber yang sama. Contoh sumber yang berinovasi seperti adanya CD Tutorial, E-Book ataupun buku-buku online lainnya yang dapat di akses kapanpun. Sedangkan Teknologi informasi konvensional informasinya masih bersifat sama atau mengulang-ulang dalam mengembangkan informasi itu sendiri dan seni mengajarnya,  dan biasanya merupakan buku dan catatan yang sama sepanjang tahun.

D.    Hubungan teknologi informasi dan kehidupan manusia
Perkembangan teknologi informasi sangat berdampak pada beberapa bidang penting dalam kehidupan. Sehingga bidang tersebut menjadi berkembang seiring berkembangnya teknologi informasi. Bidang yang paling dominan memicu perkembangan teknologi informasi adalah:
1.      Bidang Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan manusia, karena pendidikan merupakan salah satu kegiatan informasi. Pendidikan memberikan informasi pengetahuan dan teknologi yang dpaat disebarluaskan kepada peserta didiknya.
Pengaruh dari Teknologi informasi dan komunikasi terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan Teknologi informasi dan komunikasi ada lima pergeseran di dalam proses pembelajaran yaitu:
a.       Pergeseran dari pelatihan ke penampilan,
b.      Pergeseran dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja,
c.       Pergeseran dari kertas ke “on line” atau saluran,
d.      Pergeseran fasilitasfisik ke fasilitas jaringan kerja,
e.       Pergeseran dari waktu siklus ke waktu nyata.
Interaksi  antara pendidik  dan peserta didik tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Dengan perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan, sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh menggunakan media internet untuk menghubungkan antara pendidik dan peserta didik dengan pendidikannya, melihat nilai peserta didik secara online, melihat jadwal kuliah, sampai mengirim berkas tugas, dan sebagainya.
Dengan suatu pendidikan jarak jauh berbasis web  dapat dikembangkan antara lain :
a.       Pusat  kegiatan  peserta  didik  ;  sebagai  suatu  community  web  based  distance  learning  dapat  menjadikan  sarana  ini  sebagai  tempat  kegiatan  peserta  didik dapat menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan  sebagainya.
b.      Interaksi dalam grup; para peserta didik dapat berinteraksi satu sama lain untuk  mendiskusikan  materi-materi yang diberikan  pendidik. Pendidik    dapat hadir  dalam  group  ini  untuk  memberikan  sedikit  ulasan  tentang  materi  yang  diberikannya.
c.       Sistem administrasi peserta didik ; para peserta didik dapat  melihat informasi  mengenai status, prestasi dan sebagainya.
d.      Pendalaman  materi  dan  ujian;  pendidik  dapat  mengadakan  kuis  singkat  dan  tugas  untuk  pendalaman  dari  apa  yang  telah  diajarkan  serta  melakukan  test  pada akhir masa belajar.
e.       Perpustakaan  digital;    berbagai  informasi,    kepustakaan  tidak  terbatas  pada  buku tapi  juga pada kepustakaan  digital seperti  suara, gambar dan  sebagainya  yang ditunjang dengan database.
f.       Materi  online  diluar  materi  kuliah;  untuk  menunjang  perkuliahan,    tentu  diperlukan  juga  bahan  bacaan  dari  web  lainnya.  Pendidik    dan  peserta  didik  dapat  langsung  terlibat  memberikan  bahan  lainnya  untuk  di  publikasikan  kepada peserta didik lainnya melalui web.
Di Negara maju, pendidikan jarak jauh telah menjadi alternative pendidikan yang cukup berhasil. Karena peserta didik yang mengikuti pendidikan jarak jauh diikuti oleh berbagai kalangan seperti, karyawan, eksekutif, ibu rumah tangga, sampai orang lanjut usia.
2.      Bidang Pemerintahan
Dalam bidang pemerintahan penggunaan teknologi informasi dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak lain. Penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan baru seperti (G2C (Goverment to Citizien), G2B (Government to Buisness), dan G2G (Government to Goverment). Penggunaan teknologi informasi dalam bidang pemerintahan biasa disebut e-government.
Manfaat e-government antara lain :
a.       Pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, informasi dapat disediakan 24 jam sehari tanpa harus mendatangi kantor atau tempat belajar.
b.      Peningkatan  hubungan  antara  pemerintah,  pelaku  bisnis,  dan  masyarakat  umum,  adanya  keterbukaan  (transparansi)  maka  diharapkan  hubungan  antara  berbagai  pihak  menjadi  lebih  baik,  keterbukaan  ini  menghilangkan  saling  curiga dan kekesalan dari semua pihak.
c.       Pemberdayaan  masyarakat  melalui  informasi  yang  mudah  diperoleh.  Dengan  adanya  informasi  yang  mencukupi,  masyarakat  akan  belajar  untuk  dapat  menentukan  pilihannya.  Sebagai  contoh,  data-data  tentang  sekolah:  jumlah  kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan  secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang pas  untuk anaknya.
d.      Pelaksanaan  pemerintahan  yang  lebih efisien.  Koordinasi  pemerintahan  dapat  dilakukan melalui e-mail atau bahkan video conference. Untuk  Indonesia yang  luas areanya sangat besar, hal ini sangat  membantu. Tanya jawab, koordinasi,  diskusi  antara  pimpinan  daerah  dapat  dilakukan  tanpa  kesemuanya  harus  berada pada lokasi fisik yang sama. Tidak lagi semua harus terbang ke Jakarta  untuk pertemuan yang hanya berlangsung satu atau dua jam saja.
Tuntutan  masyarakat  akan  pemerintahan  yang  baik  sudah  sangat  mendesak  untuk dilaksanakan oleh aparatur pemerintah. Salah satu solusi yang diperlukan adalah  keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem informasi on-line antar instansi pemerintah baik pusat dan daerah untuk mengakses seluruh data dan  informasi  terutama  yang  berhubungan  dengan  pelayanan  publik.
3.      Bidang Ekonomi / Perbankan
Di bidang ekonomi / perbankan juga sekarang sudah menggunkaan teknologi informasi dalam pelayanannya untuk meningkatkan pelayanan agar lebih baik. Saat ini telah banyak para pelaku ekonomi, khususnya di kota-kota besar yang  tidak  lagi  menggunakan  uang  tunai  dalam  transaksi  pembayarannya,  tetapi  telah  memanfaatkan  layanan  perbankan  modern.
Untuk menunjang keberhasilan  operasional  sebuah  lembaga  keuangan/perbankan  seperti  bank, sudah pasti diperlukan sistem informasi yang handal yang dapat diakses dengan  mudah  oleh  nasabahnya,  yang  pada  akhirnya  akan  bergantung  pada  teknologi  informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik uang dimanapun dia  berada selama masih ada layanan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dari bank tersebut,  atau seorang nasabah dapat mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening  yang lain hanya dalam hitungan menit saja, semua transaksi dapat dilakukan.
4.      Bidang Bisnis dan Perusahaan
Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan pada kebiasaan kerja. Selain itu Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet. Hal ini membuat pendapatan perusahan menjadi lebih besar karena terpotongnya biaya-biaya yang dikeluarkan apabila tidak memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seperti online shop yang tidak perlu mengeluarkan biaya labih besar untuk sewa tempat usaha karena tidak memerlukan kantor khusus untuk menjalankan online shop.
5.      Bidang Kesehatan
Peranan teknologi informasi dalam dunia kesehatan misalnya dapat kita temukan pada sistem berbasis kartu cerdas (smart card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien. Apabila penanganan terhadap pasien secara manual, maka tidak tertutup kemungkinan proses pemeriksaan terhadap pasien akan memakan waktu lebih lama dan kurang akurat dalam hasil pemeriksaannya. Contoh lain diantaranya yaitu digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien, dan contoh-contoh lain.
Dari uraian di atas dapat diketahui beberapa manfaat dari perkembangan teknologi informasi bagi kehidupan manusia, di samping itu tetap ada dampak negatif seperti tereksposenya berita yang bersifat privacy seseorang sehingga dapat diketahui oleh orang lain, dan hal ini terjadi terus-menerus sehingga menjadi hal yang biasa bahkan untuk konten-konten yang termasuk pornografi, bahayanya apabila konten pornografi tersebut tetap dapat mudah diakses dan tanpa pengawasan yang memadai. selain itu sering juga terjadi penipuan karena dapat secara cepat berkenalan dengan orang lain tanpa tahu siapa orang tersebut, hal ini dapat terjadi karena ada kebebasan dalam menentukan identitas seseorang di dunia maya. Tindakan kriminal pun dapat terjadi di dunia internet seperti erjadi perjudian dengan bermacam media berbasis internet, tayangan kekerasan atau kejahatan dan konten-konten tersebut juga dapat di akses dengan mudah bahkan oleh anak kecil.
E.     Ekspektasi perkembangan teknologi informasi
Perkembangan teknologi yang semakin pesat akan membawa dampak yang cukup besar terhadap perkembangan komunikasi. Terbuka peluang yang sangat besar jika lima tahun mendatang komunikasi akan labih mudah atau malah lebih sulit karena kecanggihan teknologi informasi yang semakin meningkat. Bisa jadi lima tahun ke depan perkembangan teknologi informasi akan benar-benar menyelamatkan bumi melalui pengurangan penggunaan kertas karena informasi sudah benar-benar tersimpan secara digital. Bahkan sepuluh tahun ke depan mungkin saja manusian benar-benar tidak perlu keluar rumah dalam menjalani kehidupan sehari-hari karena semua sudah dikerjakan sistem. Komunikasi yang dapat dilakukan dari jarak jauh, sistem informasi yang tersambung dengan internet yang dapat diakses semua orang dari mana pun dan kapan pun. Pelaku bisnis dapat mengerjakan bisnisnya dari ruang keluarga karena semua kegiatan sudah otomatis dengan teknologi canggih. Atau bahkan lima belas tahun ke depan perdanganan akan dilakuakan melalui internet sepenuhnya atau menggunakan yang lain sejenis internet seperti teleportasi barang-barang yang perlu di kirim ke pelanggan. Dan bahkan dua puluh tahun mendatang akan semakin mengerikan karena setiap manusia hidup masing-masing karena semua informasi dan cara berkomunikasi dapat dilakukan secara instan dan gidital. Menghindari dampak yang mengerikan tersebut perlu dipikirkan bagaimana perkembangan teknologi dapat memberi manfaat bagi semua orang dan meminimalkan resiko untuk merugikan manusia. Harus dipertimbangkan aspek-aspek nilai kemanusiaan dalam proses pengembangannya agar hasilnya masih dapat dipertanggungjawabkan baik untuk kebaikan alam semesta maupun untuk kebaikan kelangsungan hidup manusia.

 

Referensi:
Abdurrahman, Habib. 2010. Dampak Kemajuan Teknologi InformasiBagi Masyarakat. [Online]. (9 September 2012 Pkl. 20:10 WIB).
______. 2012. Teknologi Informasi. [Online]. (10 September 2012 Pkl. 01:32 WIB)
_____. 2012. Johannes Gutenberg. [Online]. (9 September 2012 Pkl. 19:20 WIB)
Teo. 2011. Sejarah Teknologi Informasi. [Online]. (9 September 2012 Pkl. 21:00 WIB)
http://apipblog.files.wordpress.com/2010/11/mesin-cetak-pertama-kali.jpg?w=104&h=1509 September 2012 Pkl. 20:15 WIB)

No comments:

Post a Comment